Header Ads

Ad Home

Loading...

OTT Kemenpora dan PUPR Menggerus Elektabilitas Jokowi

OTT Kemenpora dan PUPR Menggerus Elektabilitas Jokowi
PublikRI - Sebelum menyasar Kementerian PUPR, Jumat (28/12) kemarin, pada 19 Desember lalu tim penyidik KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kemenpora.

Rentetan OTT tersebut mencoreng citra pemerintah, bahkan berdampak pada turunnya elektabilitas petahana Joko Widodo.

Begitu pandangan yang disampaikan oleh Ketua Masyarakat Pemanatau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis), Sugiyanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (29/12).

"Bahkan di Kemenpora menterinya (Imam Nahrawi) diduga terlibat. Ini membuat masyarakat bisa hilang kepercayanya untuk memilih Jokowi lagi," ujar Sugiyanto.

Dengan begitu, Jokowi diminta tidak tinggal diam. Harus ada tindakan kongkrit guna membuktikan kepada masyarakat komitmen pemberantasan korupsi.

"Jokowi harus copot menterinya, artinya menterinya gagal. Jika tidak, komitmennya memberantas korupsi dipertanyakan," ungkap Sugiyanto.

Menurutnya, dengan langkah tegas, efeknya bagus untuk pemerintahan Jokowi agar para pembantunya di kabinet berpikir dua kali untuk melakukan tindakan yang dapat menjerat korupsi.

"Sekaligus akan menjadi efek jera, dan menteri-menteri yang lain lebih hati-hati," pungkas Sugiyanto. [rmol]

Diberdayakan oleh Blogger.